Menguak Tabir Kentut pt. 2

Sudah bukan rahasia lagi kalo kotoran itu bisa dimanfaatin buat jadi pupuk yang menyuburkan tanaman. Nah, lalu bagaimanakah dengan kentut? Mampukah ia menjadi substitusi yang efektif sekaligus alternatif pengganti kotoran sebagai pupuk. Hasil pemikiran dan penelitian bodoh terakhir gw nunjukin kalo jawabannya adalah IYA. Bahkan kentut pun gw tengarai bisa mempercepat proses pemasakan buah. Tentunya semua pernyataan ini bukan tanpa alasan. Gw bahkan punya beberapa alasan buat ngomong kayak gini.

Alasan pertama adalah bahwa kentut dan kotoran pada dasarnya adalah sama. Mereka berdua sama-sama hasil metabolisme tubuh dan produk dari sistem ekskresi yang tidak diinginkan. Keduanya sama-sama memiliki bau yang tidak main-main, bahkan tempat keluarnya pun sama, sama-sama lewat pintu belakang. Yang membedakan keduanya adalah wujud. Kotoran berbentuk agak padat, dalam keadaan tertentu bersifat koloid bahkan cair dan telecekan, sementara kentut mengambil wujud gas yang larut dalam udara dan tidak ditemukan dalam bentuk cair (pernah nemu kentut cair?). Berdasarkan hal ini, mustinya fungsionalitas kentut dan kotoran tidaklah jauh berbeda. Dengan demikian, kentut dapat mulai dipertimbangkan sebagai alternatif lain selain kotoran. Apalagi, seiring berkembangnya zaman, manusia akan menjadi sangat pelit. Mereka akan merasa sangat sayang membuang atau mengeluarkan sesuatu, mulai dari uang, energi, bahkan kotoran sekalipun. Hal inilah yang digadang-gadang akan membuat popularitas kentut sebagai pupuk akan semakin meroket. Mengingat orang yang membuang gas tidak akan merasa kehilangan apa-apa sebab kentut tidak memiliki sifat kasat mata seperti kotoran.

Alasan berikutnya berkaitan dengan hormon pertumbuhan pada tumbuhan. Tahukah kalian bahwa salah satu hormon pada tumbuhan yang memicu pemasakan buah adalah Gas Etilen. What do you think about this? Dia berwujud gas dan berkaitan dengan etil. Buat yang sudah belajar kimia karbon atau kimia organik pasti tahu bahwa etil adalah nama gugus alkil yang memiliki rumus C2H5. Seperti kita tahu, hidrokarbon adalah senyawa organik yang dapat kita temui pada makhluk hidup. Tentunya kentut yang berasal dari makhluk hidup pun merupakan senyawa hidrokarbon. Dan tidak diragukan lagi bahwa kentut merupakan etana, senyawa hidrokarbon yang memiliki 2 atom karbon pada rantai utamanya dan berbentuk gas. Kentut bukanlah gas metana karena gas metana biasanya didapat dari kotoran makhluk hidup yang diuraikan oleh bakteri. Jadi, bisa dilihat disini bahwa Gas Etilen memiliki kaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan dari kentut.
Gw harap, hasil penemuan fenomenal ini nantinya bisa memberikan kontribusi yang besar bagi dunia pertanian Indonesia dan dunia pada umumnya (naudubileh, amit-amit jabang orok…). Jadi, tunggu apalagi? Kalo lo pengin taneman lo tumbuh subur dan buahnya cepet mateng, kentutilah! (*)

Advertisements